Skip to main content

 RENUNGAN FAJAR


Qolbun Salim #4

Penyakit Hati


Sebagaimana dibahas sebelumnya bahwa ada jenis hati yang sakit. Hasan Muhammad as-Syarqawi dalam kitabnya Nahw ‘Ilmiah Nafsi membagi penyakit hati dalam sembilan bagian, yaitu:

pamer (riya’), 

marah (al-ghadhab), 

lalai dan lupa (al-ghaflah wan nisyah), 

was-was (al-was-wasah), 

frustrasi (al-ya’s), 

rakus (tama’), 

terperdaya (al-ghurur), 

sombong (al-ujub), 

dengki dan iri hati (al-hasd wal hiqd).


Namun disini akan sedikit dibahas tentang jenis penaykit hati yang termasuk stadium berat. Menurut Imam Ibnu Qudamah, penyakit dimaksud aalah:


1. Sombong

Sombong merupakan penyakit hati yang sangat buruk. Orang yang sombong enggan menerima kebenaran, menolaknya dan memandang rendah terhadapnya. Dan hal itu terjadi karena adanya perasaan tinggi hati dan agung (sombong). Adapun hal-hal yang di sombongkan biasanya antara lain; menyombongkan ilmu pengetahuan, status sosial dan nasab, kekayaan, menyombongkan pengikut, pendukung dan golongan. Dalam hadist nabi dikatakan bahwa tidak akan masuk surga ornag yang di dalam hatinya masih ada sifat sombong


2. Cinta Dunia

Penyakit ini berkebalikan dari sifat zuhud yang mulia. Zuhud bukan berarti menjauhi dunia, kan tetapi bagi orang zuhud, dunia tidak menempel di hati, merasa bahwa semua adalah titipan ilahi, sehngga ia mudah melepaskan untuk kebaikan dan tidak jatih pada kesedihan yang mendalam jika kehilangan. Allah swt meningatkan di dalam Qs. Attakatsur bahwa penyakit ini bisa dibawa sampai ajal tiba (sampai masuk liang kubur). Oleh karenanya harta yang berkah adalah yang bisa membuat pemiliknya lebih bertakwa, sebaliknya jika tidak berkah, harta akan menyiksa dirinya..


3. Hasad

Mudahnya hasad adalah merasa susah kalau orang lain senang dan senang kalau orang lain susah. Sifat hasad ini kata Nabi Saw akan menghabiskan amal sholeh kita, seperti api melalap kayu bakar (cepat sekali). Hasad diperbolehkan dalam dua hal: iri akan kedermawanan sesorang dan ilmu. Sbmn dalam hadits:

Dari Abdullah bin Umar RA, Rasulullah SAW Bersabda: “Tidak diperbolehkan iri hati kecuali terhadap dua orang: Orang yang dikaruniai (ilmu) Al Qur’an oleh Allah, lalu ia membacanya malam dan siang hari, dan orang yang dikaruniai harta oleh Allah, lalu ia menginfakannya malam dan siang hari.” (HR. Bukhari, Tarmidzi, dan Nasa’i)


Semoga Allah Swt meengkaruniai kita hati yang bersih, selamat di dunia dan di akhirat..aamiin

Comments

Popular posts from this blog

 RENUNGAN FAJAR Qolbun Salim #8 Kondisi  Kejiwaan Seseorang (Nafsul Insan) Seorang Mukmin kata Nabi Saw, dihadapkan pada 5 tantangan. Dalam kitab Makaarim al-Akhlaq, Abu Bakr bin Laal meriwayatkan hadis dari Anas bin Malik RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Setiap mukmin dihadapkan pada lima ujian; mukmin yang menghasudnya, munafik yang membencinya, kafir yang memeranginya, nafsu yang menentangnya, dan setan yang selalu menyesatkannya.” (HR ad-Dailami). Kali ini kita fokus pada poin ke empat yakni nafsu yang menentangnya. Setiap diri kita ada potensi untuk ke arah keburukan, dan potensi itu biasa disebut al hawa, atau kadang  disebut hawa nafsu. Al Hawa ini penyimpangan dalam hal agama sedangkan syahwat penyimpangan dalam hal dunia, dua-duanya tantangan dari internal masnusia. Menurut Imam Al Ghozali, kondisi kejiwaan manusia (nafsul insan) berada dalam 3 keadaan: 1. Nafsul Muthmainnah (kondisi Kejiwawan yang tenang) Hal ini terjadi manakala keimanan mampu men...
 RENUNGAN FAJAR Qolbun Salim #3 Jenis jenis Hati oleh karena adanya noktah (titik hitam) krn perbuatan maksiat (melanggar), maka para ulama membagi hati menjadi 3 janis: 1. Hati yang bersih (Qolbun salim) Hati ini disebabkan krn manusia rajin membersihkannya (melakukan Tazkiyatun Nafs). Hati yg bersih juga dinamakan hati yang ikhlas.  Perbuatan yang didasarkan atas hati yg ikhlas akan terasa ringan melakukannya, dan akan sangat bernilai walaupun sederhana.  2. Hati Yang Sakit Hati yg sakit karena banyak kotoran (noktah) dan tidak rajin dibersihkan. kotoran ini dalam Al Quran disebut roon(Qs. Al mutaffifiin:14).  Seperti halnya dalam penyakit fisik. Ada penyakit hati stadium ringan hingga berat. Bedanya tidak ada rumah sakitnya😇. Hati yang berpenyakit sangat memungkinkan seseorang menjadi munafik. Dalam Al Quran Allah sering menyebut orang munafik dg orang yg berpenyakit dalam hatinya (Qs. Albaqoroh;10). Naudzu billah min dzaalik. 3. Hati Yang Mati Kondisi hati spt i...