Skip to main content

Posts

 RENUNGAN FAJAR Qolbun Salim #10 Khusyu Diantara tanda bersihnya hati adalah perilaku khusyu. Terjemahan bebas khusyu adalah tunduk, pasrah, tenang dalam melaksanakan ibadah khususnya sholat. Namun Dalam AlQuran memilkki berbagai makna, diantaranya gambaran bahwa orang yang khusyu adalah mereka yang yakin akan berjumpa dengan Allah dan yakin akan kembali kepada Nya. Maka ketika yakin akan hal itu tentu akan menjaga diri dari hal hal yang di larangnya. Hanya orang yang khusyu yang bisa menjadikan shalat dan sabar sebagai penolongnya dalam semua urusan. Sebagaimana di jelaskan dalam Al Qur'an: وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلا عَلَى الْخَاشِعِينَ الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلاقُو رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ Artinya: Dan mohonlah pertolongan (kepada tuhanmu) dengan sabar dan shalat. Dan (shalat) itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’. (yaitu) Mereka yang yakin akan menemui tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepad...
 RENUNGAN FAJAR Qolbun Salim #9 BILA HATI GALAU DAN TIDAK TENANG Salah satu gangguan syetan adalah ketidaktenangan hati. Karena pekerjaan utama syetan adalah membisikkan ke dalam hati manusia. Dia datang dan pergi tergantung kondisi keimanan seseoang (Al Khannas), baik syetan dari dari kalangan jin maupun manusia. Hal tersebut di sebutkan dalam Qs, Annas:3-6.  Rasulullah SAW mengajarkan kita melalui dua surat agung yang diturunkan Allah SWT yang disebut sebagai _AL Muawidzataini, yaitu Surat Annnas dan Al Falaq. Surat Annas jika dibaca secara khusyuk maka akan melindungi dari bisikan sytean, sedang surat Al Falaq lebih kepada gangguan orang yang dengki dan tukang sihir (gangguan syetan tetapi aktor utamanya manusia melalui dukun) Maka untuk urusan hati yang berkaitan dengan bisikan syetan, maka kita dianjurkan sering membaca surrat Annas dalam sholat kita maupun di luar sholat secara khusyuk (konsen). kIta berlindung diri kepada Dzat yang Maha Tinggi, Tuhanya manusia, sesembah...
 RENUNGAN FAJAR Qolbun Salim #8 Kondisi  Kejiwaan Seseorang (Nafsul Insan) Seorang Mukmin kata Nabi Saw, dihadapkan pada 5 tantangan. Dalam kitab Makaarim al-Akhlaq, Abu Bakr bin Laal meriwayatkan hadis dari Anas bin Malik RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Setiap mukmin dihadapkan pada lima ujian; mukmin yang menghasudnya, munafik yang membencinya, kafir yang memeranginya, nafsu yang menentangnya, dan setan yang selalu menyesatkannya.” (HR ad-Dailami). Kali ini kita fokus pada poin ke empat yakni nafsu yang menentangnya. Setiap diri kita ada potensi untuk ke arah keburukan, dan potensi itu biasa disebut al hawa, atau kadang  disebut hawa nafsu. Al Hawa ini penyimpangan dalam hal agama sedangkan syahwat penyimpangan dalam hal dunia, dua-duanya tantangan dari internal masnusia. Menurut Imam Al Ghozali, kondisi kejiwaan manusia (nafsul insan) berada dalam 3 keadaan: 1. Nafsul Muthmainnah (kondisi Kejiwawan yang tenang) Hal ini terjadi manakala keimanan mampu men...
 RENUNGAN FAJAR Qolbun Salim #7 MUKHLISIN DAN MUKHLASIN Sebagian ulama memandang sama dua kata tsb, akan tetapi sebagianya memandang berbeda. Sy akan membahas sedikt perbedaan dua kata teraebut untuk bisa diambil hikmahnya. MUKHLISIN berarti orang yang berusaha untuk berbuat ikhlas. Akan tetapi MUKHLASIN adalah mereka yang mendapatkan anugerah terbiasa berbuat ikhlas. Setiap mukhlasin pasti mukhlisin tp tidak sebaliknya. Allah swt menceritakan komitmen iblis dan bala tentaranya untuk menggoda dan menyesatkan manusia, tetapi tidak bisa terhadap para MUKHLASIN. Sbgmn disebutkan dalam Qs. Al Hir:39-40 قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لأزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الأرْضِ وَلأغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ إِلا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ _Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku "sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti 'aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang ikhlas di antara mereka...
 RENUNGAN FAJAR Qolbun Salim #6 MUSTI MEMOHON KPD ALLAH AGAR DIKARUNIAI HATI YANG BERSIH DAN TEGUH Perubahan dalam hati manusia tidak menentu. Ada yang pagi beriman sore tidak. Allah Swt mengajarkan kpd kita agar diberikan keteguhan setelah mendapatkan hidayah (keimanan) dalamQs Ali Imron:8) Demikian pula Nabi kita Saw. Mengajarkan doa2 agar diberi keteguhan hati, diantaranya اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الْأَمْرِ، وَأَسْأَلُكَ عَزِيمَةَ الرُّشْدِ "Ya Allah! Aku memohon kepada-Mu keteguhan hati di dalam urusan (agama) ini dan kemauan yang kuat dalam mengikuti kebenaran,''  يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ Wahai Dzat yang membolak-balikan hati, teguhkanlah hatiku berada di atas agamamu Rasul pun turut berdoa walaupun beliau maksum (terjaga dari dosa). Hidayah merupakan karunia Allah yg paling tinggi. Maka keteguhan hati sangat penting dan akan berlangsung hingga yaumil akhir. Allah berjanji thd orang beriman akan memberikan keteguhan hat...
 RENUNGAN FAJAR Qolbun Salim #5 Obat Hati / Tombo Ati Sewaktu kecil saya sering menyimak senandung di masjid menunggu waktu sholat tentang “tombo Ati”. Sekarang senandung itu sdh di viralkan oleh penyanyi OPICK yang berjudul Obat Hati. https://www.youtube.com/watch?v=ul6ZiwZ7heQ. Sebetulnya itu adalah hasil kajian para ulama terdahulu tentang hati. Sekalipun teman2 sdh hafal, tidak ada salahnya saya tuliskan Kembali sebagai pengingat.. Obat HAti ada 5 perkara: 1. Membaca Al Qur’an serta merenungkan maknanya 2. Melakukan Shalat malam 3. Berkumpul dengan orang sholeh 4. Perbanyaklah berpusasa 5.Dzikir di malam hari Semoga kita dikaruniai hati yang bersih, selamat di dunia dan diakhirat..aaamiin
 RENUNGAN FAJAR Qolbun Salim #4 Penyakit Hati Sebagaimana dibahas sebelumnya bahwa ada jenis hati yang sakit. Hasan Muhammad as-Syarqawi dalam kitabnya Nahw ‘Ilmiah Nafsi membagi penyakit hati dalam sembilan bagian, yaitu: • pamer (riya’),  • marah (al-ghadhab),  • lalai dan lupa (al-ghaflah wan nisyah),  • was-was (al-was-wasah),  • frustrasi (al-ya’s),  • rakus (tama’),  • terperdaya (al-ghurur),  • sombong (al-ujub),  • dengki dan iri hati (al-hasd wal hiqd). Namun disini akan sedikit dibahas tentang jenis penaykit hati yang termasuk stadium berat. Menurut Imam Ibnu Qudamah, penyakit dimaksud aalah: 1. Sombong Sombong merupakan penyakit hati yang sangat buruk. Orang yang sombong enggan menerima kebenaran, menolaknya dan memandang rendah terhadapnya. Dan hal itu terjadi karena adanya perasaan tinggi hati dan agung (sombong). Adapun hal-hal yang di sombongkan biasanya antara lain; menyombongkan ilmu pengetahuan, status sosi...