Skip to main content

 RENUNGAN FAJAR


Qolbun Salim #7

MUKHLISIN DAN MUKHLASIN


Sebagian ulama memandang sama dua kata tsb, akan tetapi sebagianya memandang berbeda. Sy akan membahas sedikt perbedaan dua kata teraebut untuk bisa diambil hikmahnya.


MUKHLISIN berarti orang yang berusaha untuk berbuat ikhlas. Akan tetapi MUKHLASIN adalah mereka yang mendapatkan anugerah terbiasa berbuat ikhlas. Setiap mukhlasin pasti mukhlisin tp tidak sebaliknya. Allah swt menceritakan komitmen iblis dan bala tentaranya untuk menggoda dan menyesatkan manusia, tetapi tidak bisa terhadap para MUKHLASIN. Sbgmn disebutkan dalam Qs. Al Hir:39-40


قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لأزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الأرْضِ وَلأغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ

إِلا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ


_Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku "sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti 'aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang ikhlas di antara mereka.” _


Semoga kita di masukkan dalam hamba2 Nya yang Mukhlasin, shg selamat di dunia dan di akhirat..aamiin

Comments

Popular posts from this blog

 RENUNGAN FAJAR Qolbun Salim #8 Kondisi  Kejiwaan Seseorang (Nafsul Insan) Seorang Mukmin kata Nabi Saw, dihadapkan pada 5 tantangan. Dalam kitab Makaarim al-Akhlaq, Abu Bakr bin Laal meriwayatkan hadis dari Anas bin Malik RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Setiap mukmin dihadapkan pada lima ujian; mukmin yang menghasudnya, munafik yang membencinya, kafir yang memeranginya, nafsu yang menentangnya, dan setan yang selalu menyesatkannya.” (HR ad-Dailami). Kali ini kita fokus pada poin ke empat yakni nafsu yang menentangnya. Setiap diri kita ada potensi untuk ke arah keburukan, dan potensi itu biasa disebut al hawa, atau kadang  disebut hawa nafsu. Al Hawa ini penyimpangan dalam hal agama sedangkan syahwat penyimpangan dalam hal dunia, dua-duanya tantangan dari internal masnusia. Menurut Imam Al Ghozali, kondisi kejiwaan manusia (nafsul insan) berada dalam 3 keadaan: 1. Nafsul Muthmainnah (kondisi Kejiwawan yang tenang) Hal ini terjadi manakala keimanan mampu men...
 RENUNGAN FAJAR Qolbun Salim #3 Jenis jenis Hati oleh karena adanya noktah (titik hitam) krn perbuatan maksiat (melanggar), maka para ulama membagi hati menjadi 3 janis: 1. Hati yang bersih (Qolbun salim) Hati ini disebabkan krn manusia rajin membersihkannya (melakukan Tazkiyatun Nafs). Hati yg bersih juga dinamakan hati yang ikhlas.  Perbuatan yang didasarkan atas hati yg ikhlas akan terasa ringan melakukannya, dan akan sangat bernilai walaupun sederhana.  2. Hati Yang Sakit Hati yg sakit karena banyak kotoran (noktah) dan tidak rajin dibersihkan. kotoran ini dalam Al Quran disebut roon(Qs. Al mutaffifiin:14).  Seperti halnya dalam penyakit fisik. Ada penyakit hati stadium ringan hingga berat. Bedanya tidak ada rumah sakitnya😇. Hati yang berpenyakit sangat memungkinkan seseorang menjadi munafik. Dalam Al Quran Allah sering menyebut orang munafik dg orang yg berpenyakit dalam hatinya (Qs. Albaqoroh;10). Naudzu billah min dzaalik. 3. Hati Yang Mati Kondisi hati spt i...
 RENUNGAN FAJAR Qolbun Salim #4 Penyakit Hati Sebagaimana dibahas sebelumnya bahwa ada jenis hati yang sakit. Hasan Muhammad as-Syarqawi dalam kitabnya Nahw ‘Ilmiah Nafsi membagi penyakit hati dalam sembilan bagian, yaitu: • pamer (riya’),  • marah (al-ghadhab),  • lalai dan lupa (al-ghaflah wan nisyah),  • was-was (al-was-wasah),  • frustrasi (al-ya’s),  • rakus (tama’),  • terperdaya (al-ghurur),  • sombong (al-ujub),  • dengki dan iri hati (al-hasd wal hiqd). Namun disini akan sedikit dibahas tentang jenis penaykit hati yang termasuk stadium berat. Menurut Imam Ibnu Qudamah, penyakit dimaksud aalah: 1. Sombong Sombong merupakan penyakit hati yang sangat buruk. Orang yang sombong enggan menerima kebenaran, menolaknya dan memandang rendah terhadapnya. Dan hal itu terjadi karena adanya perasaan tinggi hati dan agung (sombong). Adapun hal-hal yang di sombongkan biasanya antara lain; menyombongkan ilmu pengetahuan, status sosi...