Skip to main content

 ENUNGAN FAJAR


Qolbun Salim #2

Hati dan Jiwa 


Dalam kamus Al Munjid secara bahasa jiwa (nafs) mencakup jasad dan ruh.

Sedangkan dalam hadits disebutkan bahwa ada segumpal daging dalam jasad, manakala ia baik, maka baiklah seluruh jasadnya, sebaliknya jika ia buruk, maka buruklah seluruh jasadnya, ingatlah ia adalah hati.


Jadi dalam jasad hati adalah koentji. Sebab hati mempengaruhi seluruh iiwa. Walau hati dan jiwa tidak sama, tp hati sering diidentikkan dengan jiwa. Pembersihan jiwa (tazkiyatun nafs) sejatinya adalah pembersihan hati.


Dalam Al Qur'an kita dilarang merasa hati bersih (Qs. Annajm:32), akan tetapi yang terbaik adalah mereka yang senantiasa membersihkan jiwanya. Sungguh beruntunglah mereka yang membersihkan jiwanya dan merugilah mereka yang mengotori jiwanya (Qs assyam:9-10), maksudnya membiarkan diri dalam kemaksiatan.


Nabi Saw mengatakan bahwa setiap perbuatan maksiat, akan menimbulkan noktah (titik) hitam di dalam hati. Semakin banyak noktah, lama lama akan menutupi hati, menyebabkan hati ini mati.


Dalam hadist yg lain dinyatakan bahwa segala sesuatu ada pengkilapnya, dan pengkilapnya hati adalah Dzikrullah (senantiasa mengingat Allah)


Semoga kita dikaruniai hati yang bersih, selamat di dunia dan di akhirat..aamiin

Comments

Popular posts from this blog

 RENUNGAN FAJAR Qolbun Salim #8 Kondisi  Kejiwaan Seseorang (Nafsul Insan) Seorang Mukmin kata Nabi Saw, dihadapkan pada 5 tantangan. Dalam kitab Makaarim al-Akhlaq, Abu Bakr bin Laal meriwayatkan hadis dari Anas bin Malik RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Setiap mukmin dihadapkan pada lima ujian; mukmin yang menghasudnya, munafik yang membencinya, kafir yang memeranginya, nafsu yang menentangnya, dan setan yang selalu menyesatkannya.” (HR ad-Dailami). Kali ini kita fokus pada poin ke empat yakni nafsu yang menentangnya. Setiap diri kita ada potensi untuk ke arah keburukan, dan potensi itu biasa disebut al hawa, atau kadang  disebut hawa nafsu. Al Hawa ini penyimpangan dalam hal agama sedangkan syahwat penyimpangan dalam hal dunia, dua-duanya tantangan dari internal masnusia. Menurut Imam Al Ghozali, kondisi kejiwaan manusia (nafsul insan) berada dalam 3 keadaan: 1. Nafsul Muthmainnah (kondisi Kejiwawan yang tenang) Hal ini terjadi manakala keimanan mampu men...
 RENUNGAN FAJAR Qolbun Salim #3 Jenis jenis Hati oleh karena adanya noktah (titik hitam) krn perbuatan maksiat (melanggar), maka para ulama membagi hati menjadi 3 janis: 1. Hati yang bersih (Qolbun salim) Hati ini disebabkan krn manusia rajin membersihkannya (melakukan Tazkiyatun Nafs). Hati yg bersih juga dinamakan hati yang ikhlas.  Perbuatan yang didasarkan atas hati yg ikhlas akan terasa ringan melakukannya, dan akan sangat bernilai walaupun sederhana.  2. Hati Yang Sakit Hati yg sakit karena banyak kotoran (noktah) dan tidak rajin dibersihkan. kotoran ini dalam Al Quran disebut roon(Qs. Al mutaffifiin:14).  Seperti halnya dalam penyakit fisik. Ada penyakit hati stadium ringan hingga berat. Bedanya tidak ada rumah sakitnya😇. Hati yang berpenyakit sangat memungkinkan seseorang menjadi munafik. Dalam Al Quran Allah sering menyebut orang munafik dg orang yg berpenyakit dalam hatinya (Qs. Albaqoroh;10). Naudzu billah min dzaalik. 3. Hati Yang Mati Kondisi hati spt i...
 RENUNGAN FAJAR Qolbun Salim #4 Penyakit Hati Sebagaimana dibahas sebelumnya bahwa ada jenis hati yang sakit. Hasan Muhammad as-Syarqawi dalam kitabnya Nahw ‘Ilmiah Nafsi membagi penyakit hati dalam sembilan bagian, yaitu: • pamer (riya’),  • marah (al-ghadhab),  • lalai dan lupa (al-ghaflah wan nisyah),  • was-was (al-was-wasah),  • frustrasi (al-ya’s),  • rakus (tama’),  • terperdaya (al-ghurur),  • sombong (al-ujub),  • dengki dan iri hati (al-hasd wal hiqd). Namun disini akan sedikit dibahas tentang jenis penaykit hati yang termasuk stadium berat. Menurut Imam Ibnu Qudamah, penyakit dimaksud aalah: 1. Sombong Sombong merupakan penyakit hati yang sangat buruk. Orang yang sombong enggan menerima kebenaran, menolaknya dan memandang rendah terhadapnya. Dan hal itu terjadi karena adanya perasaan tinggi hati dan agung (sombong). Adapun hal-hal yang di sombongkan biasanya antara lain; menyombongkan ilmu pengetahuan, status sosi...